
Panut Mulyono, mengatakan kerja sama dengan jepang yang telah dilakukan oleh UGM diantaranya bidang riset dan pengembngan SDm.kan kerja sama tersebut telah menjangkau sekitar 60 klembaga dan institusi pendidikan tinggi di Jepang. “Ada 60 kampus di jepang sudah melakuakn kerja sama dengan UGM,” katanya.
Di bidang pengembngan SDM, kata Rektor, tidak sedikit para tenaga pengajar dari UGM menempuh pendidiakn master dan doktor di Jepang. bHakan pihkanya melajkukan program pertukaran mahasiswa UGM dan Jepang. “Banyak profesor kita sebelumnya lulusan dari perguruan tinggi Jepang,” katanuya.
Ia mengharapakan ke depan kerja sama yeng terjaklin lebih ertat antara UGM dengan beberapa kampus di Jeopang teruama dalam bidang kerja sama riset antar peneliti sehingga bisa melakukan hilirisasi riset. “Tanpa inovasi dan riset maka akan sulit melakukan komersialisasi,” katanya.
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM sekaligus Mensesneg, Pratikno,menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah Jepang terutama dalam mendukung pendidikan di lingkungan UGM. “Kerja sama dengan Jepang sangat penting bagi UGM. Bagi saya, Jepang tidak hanya sebuah nama negara tapi bagi sebuah brand untuk ukuran sebuah kualitas dan inovasi,” katanya.
Pendapat yang sama disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. Menurutnya, Jepang termasuk negara yang tidak segan-segan membantu Indonesia dalam bidang pembanguan infrastruktur selama ini. Meski sudah memberikan dan ikut berkontribusi dalam infrastruktur, Basuki berharap pemerintah Jepang juga membantu Indonesia dalam bidang pengembangan SDM. Sebab, kata Basuki, Presiden Jokowi sudah memerintahkan agar semua jajaran kementerian membuat program pengembangan SDM secara besar- besaran. “Saat ini waktunya Jepang menujukkan empati dana hubungan yang lebih erat dalam pengembangan SDM, apalagi yang dilakukan selama ini sudah dirasakan manfaatnya bagi bangsa Indonesia,” katanya.
Soal pembangunan SDM menghadapi revolusi industri 4.0, Sekjen Kemenristekdikti, Prof Ainun Naim, mengatakan kementeriannya tengah melakukan revitalisasi pendidikan tinggi vokasi dan reviltalisasi pendidiakn politeknik dalam rangka meningkatkan jumlah hasil inovasi dan penguasan teknologi dalam mendukung pembangunan ekonomi. “Kita mereformasi kurikulumnya, tiga semester di kampus, dua semester di industri, dan satu semester lagi boleh di kampus atau industri. Kita juga membangun pelatihan untuk dosen dalam penguasaan teknologi maju bidang robotik, Intelegensi Artifisial dan teknologi siber,” katanya.
Ia menyebutkan Kementerian Ristek Dikti juga membangun pusat riset dan science techno park untuk mendorong lahirnya startup baru. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp15 triliun untuk pembangunan infrastruktur pendidikan. “Sebagian didanai dari dana pinjaman JICA termasuk di UGM nominalnya hingga Rp 1 triliun, kita juga berpikir juga soal grant untuk pengembangan ekonomi rakyat dan startup,” katanya.
Dubes Jepang untuk Indonesia, Masafhumi Ichii, mengatakan kerja sama yang dilakukan pemerintah Jepang dengan Indonesia dalam rangka mendukung pembangunan Indonesia di berbagai bidang. Adapun kerja sama di bidang pendidikan diharapkan mampu mendorong makin banyak kerja sama di bidang riset dan pengembangan SDM. “Kita ingin banyak lahir inovasi dan hasil riset yang berkontribusi pada masyarakat di tengah transformasi revolusi industri sekarang ini,” katanya.
Menurutnya, Jepang selalu memandang Indonesia sebagai negara sahabat sehingga kerja sama pun terjalin sejak 60 tahun lalu. Menurutnya, kerja sama tersebut telah memberikan manfaat bagi kedua negara baik saat ini hingga di masa mendatang.
Perwakilan JICA Indonesia, Shinichi Yamanaka, mengatakan Indoensia merupakan negara penerima dana pinjaman dari JICA. Ia menyebutkan dana yang digelontorkan untuk Indonesia mencapai 700 triliun dolar Amerika dengan melibatkan 17 ribu tenaga ahli dan 44 ribu orang tenaga kerja terlatih. “Kita akan terus berkomitmen dalam mendukung pembangunan bidang transportasi, listrik, pembangunan kota dan pengembangan SDM,” katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/17516-ugm.apresiasi.dukungan.jepang.untuk.pembangunan.sdm.indonesia
Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.